BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proses komunikasi merupakan aktivitas yang sangat penting dalam kehidupan ini, tidak terkecuali dalam melaksanakan aktivitas di tempat kerja. Tan[a komunikasi yang baik ,hidup dan bekerja tidak akan pernah efektif. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang banker yang baik adalah cakap melakukan “ komunikasi di tempat kerja”. Hal tesebut meliputi berbagai aktivitas, seperti mengumpulkan, mencatat, mengirimkan data, menyampakan informasi untuk memenuhi kebutuhan tempat kerja, dan menanggapi masalah dan bekerja sama dengan rekan kerja ataupun pihak lainnya, oleh karena itu, sebelum membahas berbagai hal tentang aspek perbankan secar umum maka dalam makalah ini akan terlebih dahulu dibahas konseep komunikasi dan bagaimana melaksanakannya secara efektif. 1.2 Tujuan Pembahasan Dengan mempelajari bahasan dalam makalan ini, pembaca modul diharapkan mampu : 1 Menjelaskan pengertian dan manfaat komunikasi dit...
MAKALAH KIAT SUKSES BERWIRAUSAHA Disusun untuk melengkapi tugas Mata Kuliah Kewirausahaan Program Pendidikan Diploma III Politeknik Negeri Lhokseumawe Jurusan Tata Niaga Program Studi Keuangan Dan Perbankan Oleh : Khalil Finanda NIM: 1361406111 KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE 2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar B elakang Masalah Sebagaimana kita ketahui, kewirausahaan merupakan komponen utama dari keberhasilan sebuah bis n is. Para pelaku bisnis haris berani memperhitungkan dan mengambil risiko dari setiap bisnis yang akan dilakukan. Mereka juga harus mengembangkan kreasi-kreasi baru, inovvasi-inovasi baru, untuk menerobos kekauan paradigma konvensional. Oleh karena itu, mengembangkan kewirausahaan menjadi unsur yang sangat penting bagi keber h asilan bisnis di tingkat mikro. Selain itu, pada situasi mutakhir ini, ...
Bagi orang tau yang memiliki anak yang baru memulai puasa ada baiknya menjalankan beberapa cara sebagai berikut : 1. Menjelaskan Konsep Puasa kepada anak, dengan menjelaskan konsep puasa anak-anak dapat memahami faedah dari berpuasa di bulan suci Ramadhan. " Dari Salamah bin al-Akwa’ radhiyallahu anhu bahwasanya beliau berkata: “Kami dulu pada masa Ramadhan di masa Nabi shollallaahu alaihi wasallam (diperbolehkan): barangsiapa yang mau silakan berpuasa dan barangsiapa yang mau silakan berbuka (namun) membayar fidyah dengan memberi makan orang miskin. Hingga turunnya ayat: …maka barangsiapa di antara kalian yang mempersaksikan (masuknya) bulan (Ramadhan) berpuasalah” (H.R alBukhari dan Muslim, lafadznya sesuai riwayat Muslim) ". Pada ayat sebelumnya (ayat 184), Allah telah memberikan keringanan bagi orang yang sakit atau safar untuk tidak berpuasa. Mengapa dalam ayat ini (ayat 185) diulang kembali penyebutannya? …فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَ...
Comments
Post a Comment